Visit Sabang 2015 part 2
Kali ini aku akan menyambung ceritaku tentang perjalanan ku ke kota Sabang,Pulau weh oh iya kalau kalian sudah baca yang pertama. terakhir kali aku menceritakan kunjungan ku ke bunker jepang ya tempat adalah destinasi terakhir jika kalian menyusuri kota sabang mulai dari pantai sumur tiga.Aku bersama dua rekanku pun sibuk mengeluarkan kamera masing-masing untuk mengabadikan momen yang mungkin tidak akan bisa kami dapatkan di tempat lain . Langit pun mulai gelap aku dan kedua rekanku pun mulai bergegas meninggalkan bunker jepang untuk kembali ke penginapan namun sebelum kami pulang kami memutuskan untuk menikmati kuliner malam di sabang terlebih dahulu namanya juga turis ala ala kami pun mencoba semua makanan yang disajikan disini mulai dari sate gurita,nasi goreng ala sabang,dan makanan lezat lainnya dan tenang harga makanan disini sangatlah terjangkau tidak ada bedanya dengan harga makanan di Medan walaupun ini adalah tempat wisata.
Keesokan harinya inilah yang akan menjadi destinasi utama kami menginjakkan kaki di kilometer 0 Indonesia juga snorkling di pantai iboih juga menyebrang ke pulau rubiah ,kiwww perjalanan yang sudah kuimpikan sejak lama. Karena kami bertiga memutuskan untuk tidak menggunakan jasa pemandu,maka kami harus meraba-raba untuk sampai ke pantai Iboih kami hanya mengandalkan google map dan petunjuk yg ada dijalan .Karena letak penginapan kami adalah di kota dan ternyata untuk mencapai ke pantai Iboih jarak tempuhnya memakan waktu sampai 1 jam .mulailah kami berkendara disepanjang perjalanan kami benar-benar disuguhkan dengan pemandangan alam yang ciamik,uapik dan berbagai kata yg mewakili keindahan .aku sampai tak henti mengucap subhanallah saking takjubnya dengan pemandangan seindah itu . Kami pun terus berlaju sampai lah kami dihadapkan pada jalan yg menanjak persis seperti jalan yang dilalui ketika kita mau ke brastagi,namun sampai disini kami benar-benar sendiri tidak ada satupun orang yang lewat kala itu. Kami yang bingung bercampur takut terus saja melaju sampailah kami melihat beberapa monyet ada dipinggir jalan ..ah ini sudah biasa pikirku",namun ternyata monyet di Sabang tidak seperti monyet di daerah parapat ataupun di brastagi monyet di Sabang ini mau mengejar orang yang lewat dihadapannya ..wahhh sontak saja ketika itu aku menyuruh temanku untuk tancap gas mengingat tidak hanya 1 monyet yang mengejar kami .namun dibalik rasa takut aku dan temanku sempat tertawa jika melihat lucunya kejadian itu baru kali ini ada monyet ngejar manusia hehehe.. kami pun terus menelusuri sampai kami di berhenti di sebuah perkampungan untuk bertanya sembari membeli beberapa cemilan untuk sarapan . Setelah 20 menit berhenti dan kami mendapat informasi yang cukup kami pun kembali melanjutkan perjalanan .sampailah kami menemukan petunjuk untuk masuk ke pantai Iboih namun salah seorang temanku mengusulkan untuk kami menginjakkan kaki di KM 0 terlebih dahulu .kami pun melanjutkan perjalanan di tengah-tengah perjalanan kami berhenti karena kehilangan sinyal untuk menuntun kami ke tujuan kami berhenti di tengah-tengah hutan yang sama sekali tidak mendapatkan sinar matahari hutan ini sepertinya tidak terjamah oleh manusia .setelah beberapa menit kebingungan kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan walau harus melewati hutan yang sangat terasa sepi dan ....tara ternyata pilihan kami benar tibalah kami di tugu KM0 Indonesia ...dan lagi-lagi aku takjub dengan keindahan ini.setelah mengambil beberapa foto di tugu ini aku pun duduk untuk menikmati dan memandangi laut lepas dikejauhan aku membayangkan yang tidak-tidak yah imajinasiku pun mulai menari-nari aku membayangkan jika aku tenggelam dan meminta tolong apa ada yang akan mendengar ? Hehehe dan sempatku bertanya pada seorang teman .dari sini ke maldives makan waktu berapa jam ? Sontak saja kedua rekanku tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaannku ... bersambung
Keesokan harinya inilah yang akan menjadi destinasi utama kami menginjakkan kaki di kilometer 0 Indonesia juga snorkling di pantai iboih juga menyebrang ke pulau rubiah ,kiwww perjalanan yang sudah kuimpikan sejak lama. Karena kami bertiga memutuskan untuk tidak menggunakan jasa pemandu,maka kami harus meraba-raba untuk sampai ke pantai Iboih kami hanya mengandalkan google map dan petunjuk yg ada dijalan .Karena letak penginapan kami adalah di kota dan ternyata untuk mencapai ke pantai Iboih jarak tempuhnya memakan waktu sampai 1 jam .mulailah kami berkendara disepanjang perjalanan kami benar-benar disuguhkan dengan pemandangan alam yang ciamik,uapik dan berbagai kata yg mewakili keindahan .aku sampai tak henti mengucap subhanallah saking takjubnya dengan pemandangan seindah itu . Kami pun terus berlaju sampai lah kami dihadapkan pada jalan yg menanjak persis seperti jalan yang dilalui ketika kita mau ke brastagi,namun sampai disini kami benar-benar sendiri tidak ada satupun orang yang lewat kala itu. Kami yang bingung bercampur takut terus saja melaju sampailah kami melihat beberapa monyet ada dipinggir jalan ..ah ini sudah biasa pikirku",namun ternyata monyet di Sabang tidak seperti monyet di daerah parapat ataupun di brastagi monyet di Sabang ini mau mengejar orang yang lewat dihadapannya ..wahhh sontak saja ketika itu aku menyuruh temanku untuk tancap gas mengingat tidak hanya 1 monyet yang mengejar kami .namun dibalik rasa takut aku dan temanku sempat tertawa jika melihat lucunya kejadian itu baru kali ini ada monyet ngejar manusia hehehe.. kami pun terus menelusuri sampai kami di berhenti di sebuah perkampungan untuk bertanya sembari membeli beberapa cemilan untuk sarapan . Setelah 20 menit berhenti dan kami mendapat informasi yang cukup kami pun kembali melanjutkan perjalanan .sampailah kami menemukan petunjuk untuk masuk ke pantai Iboih namun salah seorang temanku mengusulkan untuk kami menginjakkan kaki di KM 0 terlebih dahulu .kami pun melanjutkan perjalanan di tengah-tengah perjalanan kami berhenti karena kehilangan sinyal untuk menuntun kami ke tujuan kami berhenti di tengah-tengah hutan yang sama sekali tidak mendapatkan sinar matahari hutan ini sepertinya tidak terjamah oleh manusia .setelah beberapa menit kebingungan kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan walau harus melewati hutan yang sangat terasa sepi dan ....tara ternyata pilihan kami benar tibalah kami di tugu KM0 Indonesia ...dan lagi-lagi aku takjub dengan keindahan ini.setelah mengambil beberapa foto di tugu ini aku pun duduk untuk menikmati dan memandangi laut lepas dikejauhan aku membayangkan yang tidak-tidak yah imajinasiku pun mulai menari-nari aku membayangkan jika aku tenggelam dan meminta tolong apa ada yang akan mendengar ? Hehehe dan sempatku bertanya pada seorang teman .dari sini ke maldives makan waktu berapa jam ? Sontak saja kedua rekanku tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaannku ... bersambung




Komentar
Posting Komentar