Visit Sabang 2015 part 1
Bisa menginjakkan kaki di kota sabang adalah impian semua orang,banyak orang bahkan rela menabung berbulan-bulan demi bisa menginjakkan kaki di tempat ini.Panorama alam yang indah belum lagi kita akan disuguhkan dengan keramahan penduduk kota Sabang dan yang lebih menarik kita gak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk bisa menikmati makanan lezat dikota ini.Tak seperti tempat wisata lainnya,Sabang merupakan surga kuliner untuk mereka yang hanya membawa budget minim untuk berwisata ke kota ini .
Nah,disini aku akan mengupas tuntas dan membagi cerita soal perjalananku ke kota Sabang Desember 2015 lalu.Aku ditemani 2 orang rekanku sebut saja Dika dan Fadhil ,dimulai dari kota kelahiranku;Medan.kami memulai perjalanan menggunakan Bus PMTOH yang stasiun nya tak jauh dari tempat tinggalku,daerah Ringroad namanya ... aku dan 2 rekanku sudah berjanji untuk berkumpul di stasiun tepat pukul 19.00Wib karena bus akan berangkat pukul 20.00Wib jadi agar tak terburu-buru dan terlupa akan sesuatu kami merelakan untuk menunggu selama satu jam sebelum berangkat di stasiun . Tepat pukul 20.00Wib Bus pun mulai bergerak menuju kota Banda Aceh kota yang akan membawa kami menyebrang ke pulau weh atau orang sering mengenalnya dengan sebutan Sabang padahal sebenarnya Sabang merupakan Kotanya sedang nama pulau sebenarnya adalah Pulau Weh.Bus pun mulai berjalan melewati Kota Binjai ,Stabat dan seterusnya ...
Taraaaa tepat pukul 08.30Wib tibalah kami di stasiun Kota Banda Aceh setelah sebelum nya bus berhenti di kota Lhokseumawe untuk memberikan kesempatan penumpang menunaikan sholat subuh,kami pun turun dari bus seperti biasa ketika turun dari bus kami pun dihampiri beberapa sopir angkutan umum seperti sopir taxi hingga becak bermotor atau orang Medan biasa menyebut becak mesin. sampailah kami pada pilihan terakhir untuk menaiki becak mesin untuk mengantarkan kami ke Pelabuhan balohan pantai ulee leuu .Setibanya kami di pelabuhan kami pun bergegas untuk membeli tiket kapal disini kami dihadapkan pada dua pilihan tiket yang pertama tiket kapal lambat istilah org medan seharga Rp.27.000 yang akan menempuh perjalanan selama 2 jam atau tiket kapal cepat seharga Rp.85.000 yang akan menempuh perjalanan selama 45 menit untuk sampai ke pelabuhan Kota Sabang. Kami pun sepakat untuk memilih tiket kapal lambat dikarenakan kami harus berhemat disisi lain kami ingin menikmati perjalanan diatas kapal . setibanya di kapal,aku rasa ini bagian paling menyebalkan bayangkan saja kami memilih duduk di lantai atas agar mendapatkan pemandangan yang indah namun kenyataan tak sesuai expetasiku kami malah disinari terik matahari jam 12.00Wib siang tak hanya itu telinga kami harus menerima suara berisik dari arah teropong yang mengeluarkan asap hitam dan asap itu seperti bekerja sama dengan angin untuk mengarah ke wajah kami.sungguh menyebalkan kesalku dalam hati. setelah 2 jam menggerutu diatas kapal sampailah kami di Pulau Weh Pulau yang banyak menjadi destinasi semua orang Pulau yang selama ini hanya ada dalam khayalan ku kini menjadi kenyataan.Seperti mimpi rasanya aku bisa menginjakkan kaki disini . dan setibanya di pelabuhan lagi-lagi kami harus dihadapkan pada banyak pilihan untuk kendaraan yang akan mengantarkan kami ke tujuan ."hei...." teriak seorang lelaki paruh baya dari kejauhan,dia melambai-lambaikan tangannya sembari bertanya " andika "? tanya lelaki itu pada salah seorang temanku,lalu temanku pun langsung mengiyakan dan benar saja ternyata itu adalah sopir suruhan temannya ibu temanku yang tinggal di Sabang .yah kami memang berencana akan menginap di rumahnya setelah mendapat rekomendasi dari ibu Rahma ibu dari salah seorang rekanku bernama Dika . kami pun langsung menaiki mobil berwarna putih itu menuju rumah temannya bu rahma 15 menit kemudian tibalah kami dirumah ibu tersebut ternyata jarak dari pelabuhan kerumah ibu tersebut tidaklah jauh yah karena kota Sabang memang tidaklah terlalu besar . setibanya disana kami menyalami ibu dan suaminya mereka menyambut kami dengan senyuman ramah dan hangat kami pun langsung meletakkan barang-barang kami di lantai sembari bertanya-tanya lebih tentang wisata di kota Sabang namun ibu itu langsung mengajak kami ke lantai atas untuk dia menunjukkan kamar kami masing-masing dan ternyata kami akan menginap bukan dirumahnya namun di tempat usahanya dia membuka usaha perabot dilantai dan diatas dia membuka usaha homestay .sesampainya dilantai atas ada 4 kamar yang semuanya pada saat itu sedang kosong yah memang kami memilih hari biasa untuk berwisata kesana agar tak terlalu ramai .Kami bertiga pun di tempatkan pada satu kamar dengan 3 spring bed aku memilih tidur di spring bed pojok kiri karena pada saat itu aku satu-satunya perempuan.Sebenarnya ibu ini berat untuk membiarkan kami tidur dalam satu kamar mengingat itu adalah kota Sabang kota yang menjunjung tinggi nilai Religi sama seperti Banda Aceh,namun karena mengingat buidget yang harus kami hemat dan kami pun tidak punya niat aneh-aneh akhirnya ibu itupun menyetujui kami untuk tidur dalam satu kamar.tanpa membuang waktu kami pun langsung turun untuk menego harga sewa kendaraan kepada salah seorang pemuda disana kami memilih untuk menaiki sepeda motor mengelilingi kota Sabang disini kami mengeluarkan RP.100.000/hari nya untuk menyewa kendaraan sepeda motor kami pun menyewa dua kendaraan .Aku bersama rekanku Dika sementara Fadhil sendiri namun untuk budget sewa kendaraan kami tetap bagi bertiga .dengan sedikit mendengarkan arahan dari suami ibu tersebut kami pun mulai mengelilingi Sabang yang kami hampiri pertama adalah Sumur tiga beach karena letaknya tak jauh dari penginapan kami lalu kami melanjutkan ke anoi itam yang searah dan destinasi terakhir adalah bunker jepang disini dulunya ialah tempat para pribumi bersembunyi dari serangan penjajah jepang .Suasana yang kala itu sepi membuatku sedikit merinding karena hanya kami bertiga kala itu yang menjadi pengunjung kami pun mulai menelusuri bangunan itu satu persatu akupun mulai merasakan flasback dengan apa yang terjadi dimasa lalu bukannya sok bisa meramal atau bisa menerawang namun aku merasakan kesedihan yang mendalam jika menerka apa yang terjadi di ratusan tahun yang lalu di tempat itu.....bersambung
Nah,disini aku akan mengupas tuntas dan membagi cerita soal perjalananku ke kota Sabang Desember 2015 lalu.Aku ditemani 2 orang rekanku sebut saja Dika dan Fadhil ,dimulai dari kota kelahiranku;Medan.kami memulai perjalanan menggunakan Bus PMTOH yang stasiun nya tak jauh dari tempat tinggalku,daerah Ringroad namanya ... aku dan 2 rekanku sudah berjanji untuk berkumpul di stasiun tepat pukul 19.00Wib karena bus akan berangkat pukul 20.00Wib jadi agar tak terburu-buru dan terlupa akan sesuatu kami merelakan untuk menunggu selama satu jam sebelum berangkat di stasiun . Tepat pukul 20.00Wib Bus pun mulai bergerak menuju kota Banda Aceh kota yang akan membawa kami menyebrang ke pulau weh atau orang sering mengenalnya dengan sebutan Sabang padahal sebenarnya Sabang merupakan Kotanya sedang nama pulau sebenarnya adalah Pulau Weh.Bus pun mulai berjalan melewati Kota Binjai ,Stabat dan seterusnya ...
Taraaaa tepat pukul 08.30Wib tibalah kami di stasiun Kota Banda Aceh setelah sebelum nya bus berhenti di kota Lhokseumawe untuk memberikan kesempatan penumpang menunaikan sholat subuh,kami pun turun dari bus seperti biasa ketika turun dari bus kami pun dihampiri beberapa sopir angkutan umum seperti sopir taxi hingga becak bermotor atau orang Medan biasa menyebut becak mesin. sampailah kami pada pilihan terakhir untuk menaiki becak mesin untuk mengantarkan kami ke Pelabuhan balohan pantai ulee leuu .Setibanya kami di pelabuhan kami pun bergegas untuk membeli tiket kapal disini kami dihadapkan pada dua pilihan tiket yang pertama tiket kapal lambat istilah org medan seharga Rp.27.000 yang akan menempuh perjalanan selama 2 jam atau tiket kapal cepat seharga Rp.85.000 yang akan menempuh perjalanan selama 45 menit untuk sampai ke pelabuhan Kota Sabang. Kami pun sepakat untuk memilih tiket kapal lambat dikarenakan kami harus berhemat disisi lain kami ingin menikmati perjalanan diatas kapal . setibanya di kapal,aku rasa ini bagian paling menyebalkan bayangkan saja kami memilih duduk di lantai atas agar mendapatkan pemandangan yang indah namun kenyataan tak sesuai expetasiku kami malah disinari terik matahari jam 12.00Wib siang tak hanya itu telinga kami harus menerima suara berisik dari arah teropong yang mengeluarkan asap hitam dan asap itu seperti bekerja sama dengan angin untuk mengarah ke wajah kami.sungguh menyebalkan kesalku dalam hati. setelah 2 jam menggerutu diatas kapal sampailah kami di Pulau Weh Pulau yang banyak menjadi destinasi semua orang Pulau yang selama ini hanya ada dalam khayalan ku kini menjadi kenyataan.Seperti mimpi rasanya aku bisa menginjakkan kaki disini . dan setibanya di pelabuhan lagi-lagi kami harus dihadapkan pada banyak pilihan untuk kendaraan yang akan mengantarkan kami ke tujuan ."hei...." teriak seorang lelaki paruh baya dari kejauhan,dia melambai-lambaikan tangannya sembari bertanya " andika "? tanya lelaki itu pada salah seorang temanku,lalu temanku pun langsung mengiyakan dan benar saja ternyata itu adalah sopir suruhan temannya ibu temanku yang tinggal di Sabang .yah kami memang berencana akan menginap di rumahnya setelah mendapat rekomendasi dari ibu Rahma ibu dari salah seorang rekanku bernama Dika . kami pun langsung menaiki mobil berwarna putih itu menuju rumah temannya bu rahma 15 menit kemudian tibalah kami dirumah ibu tersebut ternyata jarak dari pelabuhan kerumah ibu tersebut tidaklah jauh yah karena kota Sabang memang tidaklah terlalu besar . setibanya disana kami menyalami ibu dan suaminya mereka menyambut kami dengan senyuman ramah dan hangat kami pun langsung meletakkan barang-barang kami di lantai sembari bertanya-tanya lebih tentang wisata di kota Sabang namun ibu itu langsung mengajak kami ke lantai atas untuk dia menunjukkan kamar kami masing-masing dan ternyata kami akan menginap bukan dirumahnya namun di tempat usahanya dia membuka usaha perabot dilantai dan diatas dia membuka usaha homestay .sesampainya dilantai atas ada 4 kamar yang semuanya pada saat itu sedang kosong yah memang kami memilih hari biasa untuk berwisata kesana agar tak terlalu ramai .Kami bertiga pun di tempatkan pada satu kamar dengan 3 spring bed aku memilih tidur di spring bed pojok kiri karena pada saat itu aku satu-satunya perempuan.Sebenarnya ibu ini berat untuk membiarkan kami tidur dalam satu kamar mengingat itu adalah kota Sabang kota yang menjunjung tinggi nilai Religi sama seperti Banda Aceh,namun karena mengingat buidget yang harus kami hemat dan kami pun tidak punya niat aneh-aneh akhirnya ibu itupun menyetujui kami untuk tidur dalam satu kamar.tanpa membuang waktu kami pun langsung turun untuk menego harga sewa kendaraan kepada salah seorang pemuda disana kami memilih untuk menaiki sepeda motor mengelilingi kota Sabang disini kami mengeluarkan RP.100.000/hari nya untuk menyewa kendaraan sepeda motor kami pun menyewa dua kendaraan .Aku bersama rekanku Dika sementara Fadhil sendiri namun untuk budget sewa kendaraan kami tetap bagi bertiga .dengan sedikit mendengarkan arahan dari suami ibu tersebut kami pun mulai mengelilingi Sabang yang kami hampiri pertama adalah Sumur tiga beach karena letaknya tak jauh dari penginapan kami lalu kami melanjutkan ke anoi itam yang searah dan destinasi terakhir adalah bunker jepang disini dulunya ialah tempat para pribumi bersembunyi dari serangan penjajah jepang .Suasana yang kala itu sepi membuatku sedikit merinding karena hanya kami bertiga kala itu yang menjadi pengunjung kami pun mulai menelusuri bangunan itu satu persatu akupun mulai merasakan flasback dengan apa yang terjadi dimasa lalu bukannya sok bisa meramal atau bisa menerawang namun aku merasakan kesedihan yang mendalam jika menerka apa yang terjadi di ratusan tahun yang lalu di tempat itu.....bersambung
Komentar
Posting Komentar