SENSOR MANDIRI ANAK-ANAK,REMAJA,ATAU DEWASA DALAM MENGAJAK MENUMBUHKAN KESADARAN MENONTON FILM SESUAI DENGAN KATEGORI USIANYA .
Dewasa ini kita sudah dibiasakan dengan budaya dimana anak-anak tidak lagi punya batasan dalam hidupnya begitu juga dengan remaja. Banyak sekali dari mereka yang bergaya atau bertingkah laku tidak pada usianya,hal ini yang harus jadi perhatian khusus bagi para orang tua untuk mendidik dan memberi tahu batasan pada anak-anak mereka.
Kebebasan itu pun tak lepas dari jenis-jenis tontonan yang mereka lihat sehari-hari di beberapa stasiun TV swasta seperti yang kita tahu,hampir 24 jam kebanyakan menayangkan tontonan yang sebenarnya tidak menjadi konsumsi anak-anak.Seperti sinetron,berita selebriti, dan acara musik pagi yang dimana selalu menampilkan lagu-lagu orang dewasa .Hanya ada beberapa TV swasta yang menayangkan tontonan untuk anak-anak itu pun hanya sekitar 2 sampai 3 jam per hari.
Hal ini bisa menjadi sangat serius tatkala para orang tua lalai dalam mengawasi anak-anak mereka saat sedang menonton TV karena pada dasarnya anak-anak ataupun remaja yang baru tumbuh mempunyai sifat labil dan peniru,mungkin memang sebuah sinetron atau FTV yang mereka tonton sehari-hari sebenarnya mempunyai pesan atau makna yang baik didalamnya.Namun,para anak-anak dan remaja hampir tidak pernah mempedulikan hal tersebut yang mereka tahu hanyalah bagaimana caranya mereka bisa meniru gaya dari para pemeran tersebut . Misalnya sinetron tersebut menceritakan kehidupan sekolah sehari-hari dimana pasti terdapat peran protagonis yang kebanyakan berasal dari kalangan tidak mampu dan peran antagonis yang selalu diperankan oleh anak-anak orang kaya.
Dari sini kebanyakan para anak-anak dan remaja hanya mencontoh bagaimana cara berpakaiannya,model rambut pemerannya,kendaraan yang dipakai dalam sinetron tersebut, juga gadget yang ada di dalamnya.
Kalau sudah begini,semakin sering para anak dan remaja menonton sinetron maka mereka pun akan semakin terpacu untuk benar-benar menjadi sama seperti pemeran sinetron tersebut . Maka terjadilah yang namanya "pemaksaan" kepada orang tua .kenapa dibilang pemaksaan ? Yah, para anak dan remaja kebanyakan memang selalu memaksa orang tua untuk memenuhi setiap keinginannya terlepas orang tuanya mampu atau tidak .Dan hal terburuk jika para orang tua tidak mampu memenuhi apa yang menjadi hasrat mereka,maka timbullah berbagai hal negatif misalnya para remaja putri yang coba-coba mendapatkan uang instan dengan cara menjual tubuhnya juga para remaja putra yang mungkin tergiur dengan besarnya upah menjadi kurir narkoba.
Inilah dampak negatif yang terjadi di banyak kalangan masyarakat akibat para orang tua kurang mengawasi pertumbuhan putra putri mereka .
Begitu juga dengan film,FTV atau sebagainya apapun makna yang tersirat didalam tontonan tersebut tidaklah pernah diindahkan oleh kalangan remaja yang mereka tahu hanyalah bagaimana caranya mereka bisa meniru gaya dari para idola mereka dalam film tersebut.Apalagi seperti yang kita tahu bioskop tidak pernah membatasi usia dari pada penonton .Mungkin beberapa bioskop memberikan peraturan khusus bagi mereka yang berseragam sekolah namun peraturan seperti tidaklah terlalu diindahkan karena para remaja sudah mempunyai jurus pamungkas untuk mengatasi peraturan ini . Seperti yang kita tahu film dan sinetron memiliki beberapa perbedaan sinetron memiliki sensor yang benar-benar kuat bahkan bukan sinetron saja tayangan apapun di TV sekarang memiliki banyak peraturan itu sebabnya kita sering mendengar banyak ucapan dari para artis di TV yang di sensor atau beberapa adegan yang dibuang atau tidak ditayangkan. Namun film berbeda ,yang saya lihat film masih mempunyai kebebasan dari mulai adegan dan kata-kata walaupun memang film di Indonesia tidak diperkenankan lagi menayangkan atau menyelipkan tayangan porno pada beberapa adegan seperti jaman dulu.
Walaupun masih ada beberapa film yang menyelipkan sedikit adegan seperti itu. Nah ini lah yang justru menjadi kekhawatiran terbesar bagi para orang tua dimana para anak dan remaja begitu bebas nya mengkonsumsi tayangan yang seharusnya tidak mereka tonton.Terlebih kita melihat betapa banyak kita mengimpor film-film luar negeri yang memang kita mengakui film-film tersebut sangat di gemari remaja dan anak-anak di Indonesia .
Oleh sebabnya KPI dan LSF harus lah bersatu dan berupaya untuk menyuguhkan tontonan terbaik bagi para remaja dan anak-anak
Begitu pula dengan orang tua sebagai sekolah pertama bagi anak-anak mereka harus mengawasi secara ketat keseharian mereka,harus memberikan warning untuk beberapa tontonan yang tidak layak mereka konsumsi juga harus memberikan batasan waktu untuk para anak menonton TV .
Dari keseluruhan tulisan ini adalah kita memang tidak bisa menghentikan atau memperlambat laju perkembangan zaman yang sangat pesat di era globalisasi ini. Apalagi di segala aspek kita selalu melihat atau diperkenalkan dengan hal-hal baru baik itu gadget,sistem pendidikan,gaya bahasa termasuk juga tontonan atau tayangan.
Namun kita bisa berperan menjadi yang paling depan untuk mengawasi perkembangan anak-anak dan remaja yang ada di sekitaran kita agar mereka tahu dan sadar hal mana saja yang seharusnya ada dalam koridor kesehariannya.
Agar mereka bergaya,bertutur kata,dan bertingkah laku sesuai dengan usianya. Karena setiap anak dan remaja yang sudah bergantung pada sebuah tontonan dalam kesehariannya juga harus mendapatkan tuntunan.
Kebebasan itu pun tak lepas dari jenis-jenis tontonan yang mereka lihat sehari-hari di beberapa stasiun TV swasta seperti yang kita tahu,hampir 24 jam kebanyakan menayangkan tontonan yang sebenarnya tidak menjadi konsumsi anak-anak.Seperti sinetron,berita selebriti, dan acara musik pagi yang dimana selalu menampilkan lagu-lagu orang dewasa .Hanya ada beberapa TV swasta yang menayangkan tontonan untuk anak-anak itu pun hanya sekitar 2 sampai 3 jam per hari.
Hal ini bisa menjadi sangat serius tatkala para orang tua lalai dalam mengawasi anak-anak mereka saat sedang menonton TV karena pada dasarnya anak-anak ataupun remaja yang baru tumbuh mempunyai sifat labil dan peniru,mungkin memang sebuah sinetron atau FTV yang mereka tonton sehari-hari sebenarnya mempunyai pesan atau makna yang baik didalamnya.Namun,para anak-anak dan remaja hampir tidak pernah mempedulikan hal tersebut yang mereka tahu hanyalah bagaimana caranya mereka bisa meniru gaya dari para pemeran tersebut . Misalnya sinetron tersebut menceritakan kehidupan sekolah sehari-hari dimana pasti terdapat peran protagonis yang kebanyakan berasal dari kalangan tidak mampu dan peran antagonis yang selalu diperankan oleh anak-anak orang kaya.
Dari sini kebanyakan para anak-anak dan remaja hanya mencontoh bagaimana cara berpakaiannya,model rambut pemerannya,kendaraan yang dipakai dalam sinetron tersebut, juga gadget yang ada di dalamnya.
Kalau sudah begini,semakin sering para anak dan remaja menonton sinetron maka mereka pun akan semakin terpacu untuk benar-benar menjadi sama seperti pemeran sinetron tersebut . Maka terjadilah yang namanya "pemaksaan" kepada orang tua .kenapa dibilang pemaksaan ? Yah, para anak dan remaja kebanyakan memang selalu memaksa orang tua untuk memenuhi setiap keinginannya terlepas orang tuanya mampu atau tidak .Dan hal terburuk jika para orang tua tidak mampu memenuhi apa yang menjadi hasrat mereka,maka timbullah berbagai hal negatif misalnya para remaja putri yang coba-coba mendapatkan uang instan dengan cara menjual tubuhnya juga para remaja putra yang mungkin tergiur dengan besarnya upah menjadi kurir narkoba.
Inilah dampak negatif yang terjadi di banyak kalangan masyarakat akibat para orang tua kurang mengawasi pertumbuhan putra putri mereka .
Begitu juga dengan film,FTV atau sebagainya apapun makna yang tersirat didalam tontonan tersebut tidaklah pernah diindahkan oleh kalangan remaja yang mereka tahu hanyalah bagaimana caranya mereka bisa meniru gaya dari para idola mereka dalam film tersebut.Apalagi seperti yang kita tahu bioskop tidak pernah membatasi usia dari pada penonton .Mungkin beberapa bioskop memberikan peraturan khusus bagi mereka yang berseragam sekolah namun peraturan seperti tidaklah terlalu diindahkan karena para remaja sudah mempunyai jurus pamungkas untuk mengatasi peraturan ini . Seperti yang kita tahu film dan sinetron memiliki beberapa perbedaan sinetron memiliki sensor yang benar-benar kuat bahkan bukan sinetron saja tayangan apapun di TV sekarang memiliki banyak peraturan itu sebabnya kita sering mendengar banyak ucapan dari para artis di TV yang di sensor atau beberapa adegan yang dibuang atau tidak ditayangkan. Namun film berbeda ,yang saya lihat film masih mempunyai kebebasan dari mulai adegan dan kata-kata walaupun memang film di Indonesia tidak diperkenankan lagi menayangkan atau menyelipkan tayangan porno pada beberapa adegan seperti jaman dulu.
Walaupun masih ada beberapa film yang menyelipkan sedikit adegan seperti itu. Nah ini lah yang justru menjadi kekhawatiran terbesar bagi para orang tua dimana para anak dan remaja begitu bebas nya mengkonsumsi tayangan yang seharusnya tidak mereka tonton.Terlebih kita melihat betapa banyak kita mengimpor film-film luar negeri yang memang kita mengakui film-film tersebut sangat di gemari remaja dan anak-anak di Indonesia .
Oleh sebabnya KPI dan LSF harus lah bersatu dan berupaya untuk menyuguhkan tontonan terbaik bagi para remaja dan anak-anak
Begitu pula dengan orang tua sebagai sekolah pertama bagi anak-anak mereka harus mengawasi secara ketat keseharian mereka,harus memberikan warning untuk beberapa tontonan yang tidak layak mereka konsumsi juga harus memberikan batasan waktu untuk para anak menonton TV .
Dari keseluruhan tulisan ini adalah kita memang tidak bisa menghentikan atau memperlambat laju perkembangan zaman yang sangat pesat di era globalisasi ini. Apalagi di segala aspek kita selalu melihat atau diperkenalkan dengan hal-hal baru baik itu gadget,sistem pendidikan,gaya bahasa termasuk juga tontonan atau tayangan.
Namun kita bisa berperan menjadi yang paling depan untuk mengawasi perkembangan anak-anak dan remaja yang ada di sekitaran kita agar mereka tahu dan sadar hal mana saja yang seharusnya ada dalam koridor kesehariannya.
Agar mereka bergaya,bertutur kata,dan bertingkah laku sesuai dengan usianya. Karena setiap anak dan remaja yang sudah bergantung pada sebuah tontonan dalam kesehariannya juga harus mendapatkan tuntunan.
Komentar
Posting Komentar